Kamis, 28 November 2013

Tafsir At-Tahrim Ayat 6 semestr v

Tafsir At-Tahrim Ayat 6 semestr v


OBJEK PENDIDIKAN
TAFSIR SURAT AT TAHRIM AYAT 6
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi












KELOMPOK 4
OLEH :
IFRI AFIYANI ( 112111256 )


PAI.E / V


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI “SMH” BANTEN
SERANG-BANTEN

OBJEK PENDIDIKAN
TAFSIR AL-MISBAH AT TAHRIM AYAT 6










Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api yang bahan bakarnya adalah manusia-manusia dan batu-batu; diatasnya malaikat-malaikat yang kasar-kasar, yang keras-keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”


ü Lughah

قُوٓا۟ = Peliharalah
أَنفُسَكُمْ = Dirimu
وَأَهْلِيكُمْ = Dan Keluargamu
نَارًا = Api neraka
غِلَاظٌ = yang kasar
شِدَادٌ = yang keras

ü Tafsir Al-Misbah
Ayat diatas memberi tuntunan kepada kaum beriman bahwa : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu antara lain dengan meneladani Nabi SAW dan pelihara juga keluarga kamu ( وأهليكم) yakni istri, anak-anak dan seluruh yang berada di bawah tanggung jawab kamu dengan membimbing dan mendidik mereka agar kamu semua terhindar dari api neraka (نار) dan yang bahan bakarnya adalah manusia-manusia yang kafir dan juga batu-batu(والحجا رة) antara lain yang dijadikan berhala-berhala. Di atasnya yakni yang menangani neraka itu dan bertugas menyiksa penghuni-penghuni adalah malaikat-malaikat yang kasar-kasar hati dan perlakuannya, yang keras-keras perlakuannya dalam melaksanakan tugas penyiksaan, yang tidak mendurhakai Allah menyangkut apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga siksa yang mereka jatuhkan- kendati mereka kasar-tidak kurang dan tidak juga berlebih dari apa yang diperintahkan Allah, yakni sesuai dengan dosa dan kesalahan masing-masing penghuni neraka dan mereka juga senantiasa dan dari saat ke saat mengerjakan dengan mudah apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.[1]
ü Asbabun Nuzul
Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke 6 ini turun, Umar berkata: “Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?” Rasulullah SAW. menjawab: “Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkanlah mereka melakukan apa yang Allah memerintahkan kepadamu melakukannya. Begitulah caranya meluputkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras, mereka dikuasakan mengadakan penyiksaan di dalam neraka, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepadanya.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda dari Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu :

وَيُمَجِّسَانِهِ انِهِ وَيُنَصِّرَ يُهَوِّدَانِهِ فَأَبَوَاهُ الْفِطْرَةِ عَلَى يُوْلَدُ إِلاَّ مَوْلُوْدٍ مَا مِنْ
“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi”

Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus, dan selamat dari api neraka. Selain itu, anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya. Maka jelas bahwa tugas manusia tidak hanya menjaga dirinya sendiri, namun juga menjaga keluarganya dari siksa neraka. Untuk dapat melaksanakan taat kepada Allah SWT, tentunya harus dengan menjalankan segala perintahNya, serta menjauhi segala laranganNya. Dan itu semua tak akan bisa terjadi tanpa adanya pendidikan syari’at. Maka disimpulkan bahwa keluarga juga merupakan objek pendidikan. Pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga, agar dia selamat dunia dan akhirat. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. Dibalik itu, anak adalah amanat atas orang tua. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya.

ü Kandungan
Dari uraian diatas, dapat kita ambil poin-poin penting yang dapat kita jadikan pegangan dalam membina diri sendiri dan orang lain :
1. Niat yang lurus, semata-mata demi meraih ridha Allah subhanahu wa ta’ala, melaksanakan syari’ah islam dan melaksanakan dak’wah.
2. Pentingnya pendidikan Islam sejak dini
3. Proses pembinaan dimulai dari diri sendiri.
4. Bekal ‘ilmu adalah yang utama
5. Taqwa adalah kunci dalam memelihara diri kita sendiri dan keluarga kita dari api neraka.
6. Proses pembinaan selanjutnya dimulai dari orang-orang dekat, dimulai dari keluarga sampai teman-teman dekat.
7. Kesabaran memegang peranan penting






ü Analisis Ayat Surat At Tahrim Ayat 6
Dari rumah tangga telah dimulai menanamkan iman dan memupuk Islam. Karena dari rumah tangga itulah akan terbentuk umat. Dan dalam umat itulah akan tegak masyarakat Islam. Masyarakat Islam ialah suatu masyarakat yang bersamaan pandangan hidup, bersamaan penilaian terhadap alam.
Oleh sebab itu, maka orang yang beriman tidak boleh pasif, artinya berdiam diri menungu saja. Nabi sudah menjelaskan tanggung jawab dalam menegakkan iman. Yang mula-mula sekali diperintahkan oleh Nabi ialah supaya memelihara diri sendiri lebih dahulu supaya jangan masuk neraka. Setelah itu memelihara seluruh isi rumah tangga (istri dan anak-anak).

Dan tanggung jawab yang terletak diatas pundak tiap-tiap orang menurut apa yang ditanggungjawabinya akan ditanya tentang kepemimpinannya terhadap ahlinya, yaitu istri dan anak-anaknya. Karena yang disebut itu adalah seisi rumah yang terletak dalam tanggung jawab. Kadang-kadang seseorang memikul tanggung jawab sampai dua, tiga. Jika ia imam dalam satu masyarakat dan dia pun sama dalam satu rumah, maka keduanya pun di bawah tanggung jawabnya.

Supaya diri seseorang mempunyai pengaruh , berwibawa, dan disegani, hendaklah perangai dan tungkah lakunya dapat dijadikan contoh oleh anak dan istrinya. Hendaknya dia jadi kebanggaan bagi keluarga.

ü Kesimpulan
Berdasarkan pada uraian tersebut kita dapat memahami kandungan atau tafsir dari surat-dan ayat yang telah diuraikan diatas yang dimana kandunganya mencangkup tentang kajian objek pendidikan, dimana kita diperintahkan untuk mencari ilmu seluas-luasnya atau sebanyak mungkin. Karena Setiap ilmu pengetahuan berguna dan dapat mencerdaskan kehidupan kita dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama, wajib dipelajari. Umat Islam diperintahkan Allah untuk memakmurkan bumi ini dan menciptakan kehidupan yang baik, Sedang ilmu pengetahuan adalah sarana untuk mencapai tujuan tersebut.

[1] M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: 2003, Lentera hati), cet-1, hlm:326-327

3 komentar: