Rabu, 24 April 2013

wanita biasa



aku wanita yang jauh dari sempurna...
aku wanita biasa, yang punya hati dan perasaan..
aku wanita sederhana yang tak pernah meminta orang lain untuk menjadi yang sempurna..
aku bisa merasakan marah, sedih, bahagia, kecewa, putus asa...
aku wanita yang selalu belajar menjadi yang terbaik,,
untuk Allah swt
untuk orang tua
untuk teteh, kakak..
dan untuk orang-orang yang aku sayang,
guru, teman dan tak ketinggalan saudara"ku..
aku sekarang bukan aku dulu...
aku sekarang, lebih banyak memikirkan yang harus dipikirkan..
masa depan yang cerah..
satu tujuanku yaitu membahagiakan mamah dan bapak..
tapi bukan hidup namanya kalau kita tak mempunyai rasa sayang dan cinta
aku punya cinta dan akan aku beri untuk orang yang berharga di hidupku,
aku juga punya rasa sayang yang akan aku beri untuk mereka yang berarti di hidupku..
perhatianku memang belum cukup untuk membahagiakan mereka yang aku sayang
tapii aku selalu berdo'a dan terus berdo'a , agar mereka selalu dijaga oleh Allah swt..
usahaku mungkin memang tak sebanding dengan pengorbanan mereka untukku,
tapi aku selalu belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi...
aku merasakan kehidupan tak berartii, jika tak ada tantangan dalam hidup ini,
"masalah" menyadarkan ku akan pentingnya memperbaiki diri..
tujuan kita satu kan??.... menggapai Ridho Allah SWT.
tetap istiqomah
tetap semangat
raih cita dan cinta ..
:))




Sabtu, 20 April 2013

Spdi ;)



baguss yahh gambar diatass.. InsyaAllah sebentar lagii saya juga seperti itu ..
pinginnya sih kurang dari 2 tahun saya pake toga gituu , dan ber title "SPdi" .. Aamiin
yang pastii semangat ga akan pernah berenti dan terus berjuang disertai do'a dan usaha yang tak henti, InsyaAllah semua yang di inginkan pasti tercapai.. kalau pun misalnya harapan tak sesuai kenyataan bukan berartti Allah ga mengabulkan do'a kita tapi Allah sedang munguji kesabaran kita ;) terus berjuang yah untuk meraih cita-cita... kesuksesan pasti ada ditangan kita... Aamiin Allahuma Aamiin ,,,
semuanya ga lepas dari do'a kedua orang tua .. Orang tua memang sangat berpengaruh didalam kehidupan kita, mereka orang terpenting dalam hidup ini.. :')
I love you mom
I Love you father
I love you sister's
I love you brother
;)

Kamis, 18 April 2013

Pendidikan Agama Islam


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
sebelumnya disni saya akan memaparkan perbedaan antara pendidikan agama Islam dengan Ilmu pendidikan Islam. pendidikan agama Islam itu mencangkup materi aqidah, akhlak, dan fiqih (pokoknya tentang materi-materi agama Islam/mencangkup semua ilmu agama Islam) sedangkan Ilmu pendidikan Islam mencangkup metode, strategi, serta tujuan (untuk gurunya).

pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih daripada pengajaran, karena pengajaran sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, sedang pendidikan merupakan transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya.

Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran dan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian. Pengertian pendidikan secara umum yang dihubungkan dengan Islam—sebagai suatu system keagamaan—menimbulkan pengertian-pengertian baru, yang secara implicit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya.

Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks Islam inheren dengan konotasi istilah “tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib” yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah ini mengandung makna yang mendalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam: informal, formal dan non formal. Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.

Dari berbagai literatur terdapat berbagi macam pengertian pendidikan Islam. Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya. Sedang Ahmad D. Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.

Sedangkan menurut Syed Muhammad Naqib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penamaan sesuatu ke dalam diri manusia mengacu kepada metode dan sistem penamaan secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dan kandungan pendidikan tersebut.1
Dari definisi dan pengertian itu ada tiga unsur yang membentuk pendidikan yaitu adanya proses, kandungan, dan penerima. Kemudian disimpulkan lebih lanjut yaitu ” sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam diri manusia”.Jadi definisi pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja.
Kembali kepada definisi pendidikan Islam yang menurut Al-Attas diperuntutukan untuk manusia saja. menurutnya pendidikan Islam dimasukkan dalam At-ta’dib, karena istilah ini paling tepat digunakan untuk menggambarkan pengertian pendidikan itu, sementara istilah tarbiyah terlalu luas karena pendidikan dalam istilah ini mancakup juga pendidikan kepada hewan. Menurut Al-Attas Adabun berarti pengenalan dan pengakuan tentang hakikat bahwa pengetahuan dan wujud bersifat teratur secara hierarkis sesuai dengan beberapa tingkat dan tingkatan derajat mereka dan tentang tempat seseorang yang tepat dalam hubungannya dengan hakikat itu serta dengan kepastian dan potensi jasmaniah, intelektual, maupun rohaniah seseorang.
Dari pengertian Al-Attas tersebut dibutuhkan pemahaman yang mendalam, arti dari pengertian itu adalah, “pengenalan” adalah menemukan tempat yang tepat sehubungan denagn apa yang dikenali, sedangkan “pengakuan” merupakan tindakan yang bertalian dengan pengenalan tadi. Pengenalan tanpa pengakuan adalah kecongkakan, dan pengakuan tanpa pengenalan adalah kejahilan belaka. Dengan kata lain ilmu dengan amal haruslah seiring. Ilmu tanpa amal maupun amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan. Kemudian tempat yang tepat adalah kedudukan dan kondisinya dalam kehidupan sehubungan dengan dirinya, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakatnya, maksudnya dalam mengaktualisasikan dirinya harus berdasarkan kriteria Al-Quran tentang ilmu, akal, dan kebaikan (ihsan) yang selanjutnya mesti bertindak sesuai dengan ilmu pengetahuan secara positif, dipujikan serta terpuji.

Karakteristik Dalam Pendidikan Islam

Islam diturunkan sebagai rahmatan lil ‘alamin. Untuk mengenalkan Islam ini diutus Rasulullah SAW. Tujuan utamanya adalah memperbaiki manusia untuk kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu selama kurang lebih 23 tahun Rasulullah SAW membina dan memperbaiki manusia melalui pendidikan. Pendidikanlah yang mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi, yaitu orang-orang yang berilmu. Ilmu yang dipandu dengan keimanan inilah yang mampu melanjutkan warisan berharga berupa ketaqwaan kepada Allah SWT.

Manusia mendapat kehormatan menjadi khalifah di muka bumi untuk mengolah alam beserta isinya. Hanya dengan ilmu dan iman sajalah tugas kekhalifahan dapat ditunaikan menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seluruh makhluk-Nya. Tanpa iman akal akan berjalan sendirian sehingga akan muncul kerusakan di muka bumi dan itu akan membahayakan manusia. Demikian pula sebaliknya iman tanpa didasari dengan ilmu akan mudah terpedaya dan tidak mengerti bagaimana mengolahnya menjadi keberkahan dan manfaat bagi alam dan seisinya.

Sedemikian pentingnya ilmu, maka tidak heran orang-orang yang berilmu mendapat posisi yang tinggi baik di sisi Allah maupun manusia. (QS. Al Mujadilah (58) : 11). Bahkan syaithan kewalahan terhadap orang muslim yang berilmu, karena dengan ilmunya, ia tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat syaithan.

Muadz bin Jabal ra. berkata: “Andaikata orang yang beakal itu mempunyai dosa pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya dia cenderung masih bisa selamat dari dosa tersebut namun sebaliknya, andaikata orang bodoh itu mempunyai kebaikan dan kebajikan pada pagi dan sore hari sebanyak bilangan pasir, maka akhirnya ia cenderung tidak bisa mempertahankannya sekalipun hanya seberat biji sawi.” Ada yang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Ia menjawab, “Sesungguhnya jika orang berakal itu tergelincir, maka ia segera menyadarinya dengan cara bertaubat, dan menggunakan akal yang dianugerahkan kepadanya. Tetapi orang bodoh itu ibarat orang yang membangun dan langsung merobohkannya karena kebodohannya ia terlalu mudah melakukan apa yang bisa merusak amal shalihnya.”

Kebodohan adalah salah satu faktor yang menghalangi masuknya cahaya Islam. Oleh karena itu, manusia butuh terapi agar menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT. Kemuliaan manusia terletak pada akal yang dianugerahi Allah. Akal ini digunakan untuk mendidik dirinya sehingga memiliki ilmu untuk mengenal penciptanya dan beribadah kepada-Nya dengan benar. Itulah sebabnya Rasulullah SAW menggunakan metode pendidikan untuk memperbaiki manusia, karena dengan pendidikanlah manusia memiliki ilmu yang benar. Dengan demikian, ia terhindar dari ketergelinciran pada maksiat, kelemahan, kemiskinan dan terpecah belah.

Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (lihat S. Al-Dzariat:56; S. ali Imran: 102).

Dalam konteks sosiologi pribadi yang bertakwa menjadi rahmatan lil ‘alamin, baik dalam skala kecil maupun besar. Tujuan hidup manusia dalam Islam inilah yang dapat disebut juga sebagai tujuan akhir pendidikan Islam.

Tujuan khusus yang lebih spesifik menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui pendidikan Islam. Sifatnya lebih praxis, sehingga konsep pendidikan Islam jadinya tidak sekedar idealisasi ajaran-ajaran Islam dalam bidang pendidikan. Dengan kerangka tujuan ini dirumuskan harapan-harapan yang ingin dicapai di dalam tahap-tahap tertentu proses pendidikan, sekaligus dapat pula dinilai hasil-hasil yang telah dicapai.

Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat a Dzariyat ayat 56 :“ Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Jalal menyatakan bahwa sebagian orang mengira ibadah itu terbatas pada menunaikan shalat, shaum pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah Haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau disandarkan) kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang islam untuk mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar.

Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah.

Menurut al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :

1. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.

2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.

3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.

Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi

1. Pembinaan akhlak.

2. menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat.

3. Penguasaan ilmu.

4. Keterampilan bekerja dalam masyrakat.

Menurut Asma hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci menjadi :

1. Tujuan keagamaan.

2. Tujuan pengembangan akal dan akhlak.

3. Tujuan pengajaran kebudayaan.

4. Tujuan pembicaraan kepribadian.

Menurut Munir Mursi, tujuan pendidikan islam menjadi :

1. Bahagia di dunia dan akhirat.

2. menghambakan diri kepada Allah.

3. Memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat islam.

4. Akhlak mulia.

2.3 Mengapa Diperlukan Pendidikan Islam

Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan.

Pendidikan Islam memiliki 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu: tilawah (membacakan ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa) dan ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan al kitab dan al hikmah). Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan. Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal.

Pendidikan Islam berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah dan amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu membutuhkan tahpan-tahapan selanjutnya dikembangkan kepada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan.

Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur’an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja.Kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan.

Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh.

Interaksi di dalam diri ini memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, berhubungan kepada keluarga dan masyarakat. Semakin sering ia melakukan latihan, maka semakin banyak amalnya dan semakin mudah ia melakukan kebajikan. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup sehari-hari.

3.2 Langkah- langkah Menanamkan Pendidikan Islam

Al-Qurthubi menyatakan bahwa ahli-ahli agama Islam membagi pengetahuan menjadi tiga tingkatan yaitu pengetahuan tinggi, pengetahuan menengah, dan pengetahuan rendah. Pengetahuan tinggi ialah ilmu ketuhanan, menengah ialah pengetahuan mengenai dunia seperti kedokteran dan matematika, sedangkan pengetahuan rendah ialah pengetahuan praktis seperti bermacam-macam keterampilan kerja. Ini artinya bahwa pendidikan iman/agama harus diutamakan.
Menurut pandangan Islam pendidikan harus mengutamakan pendidikan keimanan. Pendidikan di sekolah juga demikian. Sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan keimanan akan menghasilkan lulusan yang kurang baik akhlaknya. Akhlak yang rendah itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan bersama. Ia dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lulusan sekolah yang kurang kuat imannya akan sangat sulit menghadapi kehidupan pada zaman yang semakin penuh tantangan di masa mendatang.Oleh karena itu, mengingat pentingnya pendidikan Islam terutama bagi generasi muda, semua elemen bangsa, terutama guru pendidikan Islam, perlu membumikan kembali pendidikan Islam di sekolah-sekolah baik formal maupun informal.

Ada tiga hal yang harus secara serius dan konsisten diajarkan kepada anak didik. Pertama, Pendidikan akidah/keimanan.Ini merupakan hal yang sangat penting untuk mencetak generasi muda masa depan yang tangguh dalam imtaq (iman dan taqwa) dan terhindar dari aliran atau perbuatan yang menyesatkan kaum remaja seperti gerakan Islam radikal, penyalagunaan narkoba, tawuran dan pergaulan bebas (freesex) yang akhir-akhir ini sangat dikhawatirkan oleh sejumlah kalangan.

Kedua, Pendidikan ibadah. Ini merupakan hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak kita untuk membangun generasi muda yang punya komitmen dan terbiasa melaksanakan ibadah.
Seperti shalat, puasa, membaca al-Quran yang saat ini hanya dilakukan oleh minoritas generasi muda kita. Bahkan, tidak sedikit anak remaja yang sudah berani meninggalkan ibadah-ibadah wajibnya dengan sengaja. Di sini peran orang tua dalam memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anaknya sangat diperlukan selain guru juga harus menanamkan secara mantab kepada anak-anak didiknya.

Ketiga, Pendidikan akhlakul-karimah. Hal ini juga harus mendapat perhatian besar dari para orang tua dan para pendidik baik lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (keluarga). Dengan pendidikan akhlakul-karimah akan melahirkan generasi rabbani, atau generasi yang bertaqwa, cerdas dan berakhlak mulia.Penanaman pendidikan Islam bagi generasi muda bangsa tidak akan bisa berjalan secara optimal dan konsisten tanpa dibarengi keterlibatan serius dari semua pihak. Oleh karena itu, semua elemen bangsa (pemerintah, tokoh agama, masyarakat, pendidik, orang tua dan sebagainya) harus memiliki niat dan keseriusan untuk melakukan ini. Harapannya, generasi masa depan bangsa ini adalah generasi yang berintelektual tinggi dan berakhlak mulia.

Rabu, 17 April 2013

Guru sebagai motivator ;)

menjadi seorang guru itu memang tidak mudah, harus ada kesabaran yang ektra.
bapak saya juga guru, kata beliau guru itu harus bisa membimbing muridnya ke arah yang lebih baik, menyemangati di kala murid bosan, memotivasi saat murid jenuh ... pokoknya hal-hal yang bersifat membangun harus ada di diri seorang guru.
disini saya ambil kutipan dari http://suaraguru.wordpress.com/2011/12/14/membangun-motivasi-siswa/
beberapa hal yang dapat diupayakan oleh guru dalam membangkitkan motivasi siswanya.
Pertama, Guru ikut terlibat dalam kehidupan siswa.
Salah satu bukti guru mengasihi siswanya adalah dengan melibatkan dirinya dalam kehidupan mereka. Kerelaan dan ketulusan guru dalam melayani mereka, secara psikhis menimbulkan kedekatan antara guru dan murid. Ini akan memberikan ruang waktu bagi guru untuk siswanya guna mendengarkan keluh kesah mereka. Dengan tindakan ini, guru sudah berhasil merebut hati siswanya sehingga memudahkannya untuk menanamkan motivasi kepada mereka.
Kedua, Guru menjadi idola siswa berkaitan dengan sikapnya di kelas.
Sikap guru harus dapat dijadikan panutan ( teladan ) yang baik bagi siswanya. Guru yang baik akan menjadi idola di mata siswa. Pendapat dan nasihatnya terkadang lebih dipercaya dibandingkan dengan pendapat orang tua. Sikap yang didasari oleh keinginan mendidik siswa agar berkembang lebih baik akan memberikan kesan mendalam di benak mereka. Usaha guru membangun motivasi siswa akan kandas jika sikap yang ditunjukkan guru tidak simpatik.
Ketiga, Ciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Peran guru sebagai motivator tak lepas dari perannya sebagai pengelola kelas. Penciptaan suasana pembelajaran yang menyenangkan tak lepas dari perencanaan pembelajaran yang baik. Untuk itu seorang guru harus membuat persiapan yang matang sebelum tampil dihadapan siswa. Dia harus menyiapkan media belajar, model dan strategi pembelajaran, dan teknik penyampaian yang menarik perhatian sekaligus merangsang siswanya untuk belajar.
Keempat,Teknik mengajar guru harus menarik.
Guru yang hendak tampil di depan siswa harus menguasai materi dan metode penyampaiannya. Hal ini diperlukan agar guru memiliki kebebasan dalam mengembangkan teknik mengajarnya hingga menarik minat siswa. Yang dimaksud teknik mengajar di sini adalah gaya yang ditampilkan oleh masing-masing guru harus menarik minat siswa. Dua orang guru yang menggunakan metode yang sama belum tentu memiliki daya ketertarikan yang sama pula dihadapan siswanya. Metode yang disajikan dan dikemas dengan gaya mengajar yang menarik akan mampu membangkitkan motivasi siswa dalam belajarnya.
Kelima, Hargailah hasil pekerjaan siswa
Kebiasaan guru yang terlalu sering memberi tugas ( PR, Tugas Portopolio dll ) , namun jarang memberikan penilaian akan berdampak tidak baik terhadap motivasi belajar mereka. Siswa akan sekedar mengerjakan tugas dan kurang memperhatikan kualitas pekerjaan. Oleh karena itu, guru jangan enggan menilai hasil kerja siswa, hargailah pekerjaan mereka, dan berikan pujian terhadap prestasi mereka. Jadikanlah penilaian yang kita berikan sebagai alat perangsang motivasi siswa.
Keenam, Ciptakan suasana persaingan yang sehat antar siswa.
Prestasi seorang teman biasanya merangsang teman yang lain untuk berprestasi pula, sehingga dapat memunculkan persaingan antar siswa. Persaingan yang positif akan memunculkan dorongan ( motivasi) siswa untuk giat belajar. Untuk itu guru harus mampu menciptakan suasana persaingan yang sehat di antara mereka. Guru harus menunjukkan obyektivitas dalam setiap evaluasi pembelajaran, demikian juga para siswa harus menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap pengerjaannya.
Ketujuh, Lihatlah cara mengajar kita dari kaca mata siswa.
Tak jarang kita selaku guru, merasa sudah maksimal dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan kita. Anak-anak tidak memahami tentang materi yang kita sampaikan, anak-anak tidak menyukai cara mengajar kita, mungkin juga anak-anak merasa bosan dengan metode atau model pembelajaran yang monoton. Untuk itu kita perlu melihat cara mengajar kita dari kaca mata mereka. Misalnya para siswa kita suruh mengisi kuesioner yang telah kita buat guna mengetahui titik kelebihan dan kekurangan cara mengajar kita. Data yang diperoleh bisa kita jadikan refleksi dalam merencanakan pembelajaran berikutnya.
Seorang pakar pedagogik, Richards, juga pernah mengemukakan pandangannya tentang motivasi siswa. Menurutnya untuk membangkitkan motivasi siswa diantaranya sebagaimana berikut ini.
1) Guru harus mengetahui bahwa orang dapat belajar dengan baik sekali apabila pelajarannya disusun menurut pola tertentu sehingga siswa mengetahui apa yang menjadi sasaran pelajarannya. Mereka dapat melihat kemajuan yang harus diperoleh untuk mencapai sasaran itu.
2).Orang dapat belajar dengan baik sekali apabila mereka dapat melihat hubungan antara pelajaran itu dengan dirinya sendiri.
3).Orang dapat belajar dengan baik sekali jika merasa dapat menguasai isi pelajarannya.
4).Orang dapat belajar dengan baik, jika melihat manfaat dalam kehidupan mereka. Dan masih banyak para pakar pendidikan yang mengemukaan pendapatnya tentang hal ini.
Upaya – upaya yang bisa kita lakukan untuk menggairahkan belajar siswa sangatlah variasi, namun hal yang terpenting adalah kita selaku pelaksana pendidikan tidak surut dalam membimbing para siswa. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas yang kita lakukan mudah- mudahan menjadi bingkai indah dalam potret kehidupan mereka. Semoga kita bisa mengantarkan kesuksesan mereka dalam meraih masa depannya. Aamiin ya Allah

perkenalkan ;)

Assalamu'alaikum ...
nama lengkap saya Ifri afriani, tapi biasa di panggil vivi atau pipi. saya terlahir di keluarga yang sederhana, keluarga yang bahagia... saya senang sekalii mempunyaii orang tua dan kakak" yang sangat penyayang dan perhatian seperti mereka. keluarga adalah segalanya, mereka yang selalu memberikan semangat dikala hati resah dikala hati putuss asa menjalani hidup ini.. mereka yang membangkitkanku di kala jatuh. mereka juga motivasi saya dan tujuan saya dalam menjalani hidup yang berliku ini. bapak saya asli bukit tinggi (sumatra barat), kalau mamah pemalang (jawa tengah), blasteran gt deh :D hehe. hobi saya itu jalan-jalan ya bisa di bilang suka banget sama ngebolang, waktu terasa cepat berlalu kalau lagi ngebolang.. karena saya itu tipe orang yang suka tantangan, dari situ saya sering ngebolang ke gunung, hutan dll.. ke luar kota juga saya pernah dan lebih parahnya lagi waktu itu bersama sahabat dengan tidak membawa uang banyak, ya maklumlah namanya juga anak sekolah "waktu itu" zaman-zamannya masih SMA. tapi semenjak kuliah saya jarang banget ngebolang itu disebabkan lebih sering menghabiskan waktu untuk yang lebih bermanfaat yaitu mengerjakan tugas kuliah. kadang jenuhh, boring, bete.. ya wajar lah namanya juga kehidupan :'). cita-cita saya waktu masih kecil pingin jadi guru, mau tau ga alesannya kenapa ? mau tau ajja atau mau tau bangetttt? hayooo hayooo .. haha alesannya itu simple pingin nulis di papan tulis :D tapi setelah beranjak dewasa cita cita saya berubah pingin jadi dokter, soalnya pingin ngebantu nyembuhin orang yang sakit. tapii cita-cita saya yang waktu beranjak dewasa itu kayaknya ga bakal kesampean dan yang terwujud malah cita-cita saya waktu kecil yaitu jadi GURU. ahaha kalo di inget" lagi lucu juga yah :D. ternyata jadi guru itu asyiiikk ... tantangan siihhh , ngadepin anak yang nakal, anak yang susah di atur kadang ngeselin tapi di situ hebatnya seorang guru di uji kesabarannya. kalau kata temen, kalau kita lagi di uji dan bisa menghadapinya disitu kita di tinggikan derajatnya oleh Allah swt.. asiknya jadi guru itu kita bisa berbagi ilmu sama anak".. seru sekaliii kaaannn ;) bisa mengenali karakter" orang.. pkk nya asik deh. udah dulu ya perkenaalannya, nanti di lanjut lagi deh ;)
wassalamu'alaikum ..