Munajat Kekosongan
for:Ifri Afiyani
patahan gerimis
pada runcing alismu
menumbuhkan kuntum
mawar dalam sajadah batinku
di taman-taman rakaat
kupadatkan sujud berjuta
shalawat dari munajat
mematah kekosongan
dan kesombongan
pada jiwaku
wahai wanita bermata unggun
matamu menyalakan ayat-ayat cinta
pada malam yang kuciptakan
sedemikian lama membingkai
cahaya pada lukisan mataku
yang nanar dan gemetar
Serang, 13 Februari 2015
Jumat, 27 Februari 2015
Jumat, 20 Februari 2015
Sisa Rindu yang Hilang
sisa-sisa rindu yang kini telah hilang dan tak akan pernah ada lagi.
sejenak aku berpikir bisakah aku dan kamu menjadi seprti dulu.
tapi sayang sekali aku tak menginginkan itu semua. aku merasa kita tidak akan pernah berjumpa lagi. dan kita akan tetap menjadi orang asing, walaupun kita pernah kenal.
kediaman kita memang akan terus diam, kata-kata yang pernah ada pun akan menjadi butiran hampa yang hambar terasa.
aku tak ingin menginginkan rindu itu hadir seperti dulu,
aku juga tak mengharapkan ada cerita antara kita.
kisah itu, akan menjadi kisah yang akan terlupakan...
aku kejam??? mungkin.....
kejam untuk merubah keadaan menjadi lebih baik .
tanpa ada kamu dan tanpa ada cerita antara kita.
aku egois?? yahhh... aku akui aku memang egois..
tapi egoisku tak sejahat kata-katamu.
keangkuhan yang merasukimu membuat orang disekelilingmu menjauh.
termasuk aku...
waktu yang kau beri memang tak pernah ada kesia-sia an.
dan jejak kakimu pun akan menjadi saksi bahwa semua yang terlewati akan menjadi debu yang berterbangan.
jangan pernah lagi ada rindu.. karena ku tau, semua tak akan berarti.
tak lebih baik, tapii seolah sangat baik dari semua yang pernah ada.
yahhhh.. keangkuhan.... akan tetap menjadi angkuh.
akan tetap merasuk, dan tak pernah hilang..
mungkin anda lupa.. di atas langit masih ada langiiit.
biarkan dia hidup dengan keangkuhannya, dan aku disinii mencoba belajar menjadi lebih baik.
oleh : Az Zahra
sejenak aku berpikir bisakah aku dan kamu menjadi seprti dulu.
tapi sayang sekali aku tak menginginkan itu semua. aku merasa kita tidak akan pernah berjumpa lagi. dan kita akan tetap menjadi orang asing, walaupun kita pernah kenal.
kediaman kita memang akan terus diam, kata-kata yang pernah ada pun akan menjadi butiran hampa yang hambar terasa.
aku tak ingin menginginkan rindu itu hadir seperti dulu,
aku juga tak mengharapkan ada cerita antara kita.
kisah itu, akan menjadi kisah yang akan terlupakan...
aku kejam??? mungkin.....
kejam untuk merubah keadaan menjadi lebih baik .
tanpa ada kamu dan tanpa ada cerita antara kita.
aku egois?? yahhh... aku akui aku memang egois..
tapi egoisku tak sejahat kata-katamu.
keangkuhan yang merasukimu membuat orang disekelilingmu menjauh.
termasuk aku...
waktu yang kau beri memang tak pernah ada kesia-sia an.
dan jejak kakimu pun akan menjadi saksi bahwa semua yang terlewati akan menjadi debu yang berterbangan.
jangan pernah lagi ada rindu.. karena ku tau, semua tak akan berarti.
tak lebih baik, tapii seolah sangat baik dari semua yang pernah ada.
yahhhh.. keangkuhan.... akan tetap menjadi angkuh.
akan tetap merasuk, dan tak pernah hilang..
mungkin anda lupa.. di atas langit masih ada langiiit.
biarkan dia hidup dengan keangkuhannya, dan aku disinii mencoba belajar menjadi lebih baik.
oleh : Az Zahra
Jumat, 13 Februari 2015
edisiii renungan malam yang indah....
ketika masalah menghampiri tanpa di undang..
ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan..
ketika itu juga timbul rasa putus asa..sedihhh..dan bingung.
saya paham tentang semua yang terjadi.
saat ini mungkin saya belum bisa mencapai itu semua.
saat ini saya memang bukan apa-apa..
saat ini juga saya belum bisa menjadi manusia yang baik,
tapi setidaknya saya selalu belajar menjadi manusia yang lebih baik,
belajar menjadi manusia yang bisa membuat orang disekeliling bahagia.
belajar menjadi manusia yang selalu bersyukur.
bukan manusia yang putus asa, bukan manusia yang meratapi nasib, bukan juga manusia yang menjadikan masalah sebagai beban. melainkan menjadikan masalah sebagai tantangan nyata, dan sayaaaa... selalu berusaha menjadi manusia yang belajar untuk bisa melalui setiap tahapan hidup yang terjadi dengan senang hati dan menerima setiap takdir yang terjadi dan itu semua adalah NIKMAT terindah yang Allah berikan. saya hanya ingin menjadi anak yang berbakti kepada kedua orag tua, saya hanya ingin menjadi adik yang baik untuk kakak" yang sangat baik yang selalu memberikan motivasi untuk adiknya, menjadi sahabat yang selalu ada untuk mereka... dan saya selalu berusaha menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa dan bersujud hanya kepada-Nya, menaruh harapan hanya kepada-Nya. dan itu semua saya lakukan hanya untuk menggapai Ridho-Nya.
Oleh : Az Zahra
ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan..
ketika itu juga timbul rasa putus asa..sedihhh..dan bingung.
saya paham tentang semua yang terjadi.
saat ini mungkin saya belum bisa mencapai itu semua.
saat ini saya memang bukan apa-apa..
saat ini juga saya belum bisa menjadi manusia yang baik,
tapi setidaknya saya selalu belajar menjadi manusia yang lebih baik,
belajar menjadi manusia yang bisa membuat orang disekeliling bahagia.
belajar menjadi manusia yang selalu bersyukur.
bukan manusia yang putus asa, bukan manusia yang meratapi nasib, bukan juga manusia yang menjadikan masalah sebagai beban. melainkan menjadikan masalah sebagai tantangan nyata, dan sayaaaa... selalu berusaha menjadi manusia yang belajar untuk bisa melalui setiap tahapan hidup yang terjadi dengan senang hati dan menerima setiap takdir yang terjadi dan itu semua adalah NIKMAT terindah yang Allah berikan. saya hanya ingin menjadi anak yang berbakti kepada kedua orag tua, saya hanya ingin menjadi adik yang baik untuk kakak" yang sangat baik yang selalu memberikan motivasi untuk adiknya, menjadi sahabat yang selalu ada untuk mereka... dan saya selalu berusaha menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa dan bersujud hanya kepada-Nya, menaruh harapan hanya kepada-Nya. dan itu semua saya lakukan hanya untuk menggapai Ridho-Nya.
Oleh : Az Zahra
Rabu, 11 Februari 2015
Puisi =SENYUMAN=
Ujian Tuhan kadang membuat kita lemah
Tapi dengan senyuman kita bisa menjadi tegar
Karena senyuman bisa menjadi kekuatan
Kekuatan untuk tetap bertahan
Dalam hiruk pikuk dunia yang pekat ini
Walau kadang kaki seakan tak sanggup lagi menyanggah raga
Tak sanggup lagi berjalan jauh
Namun senyuman seperti berkata
Kamu kuat Kamu bisa dan kamu mampu..
Ketika ku buka jendela pagi
Ku lihat daun yang berembun
Aku menyadari, kehidupan masih berjalan
Matahari, bintang, bulan… ini semua anugrah Tuhan
Kehidupan ini sangat indah
Tiada yang lebih indah dari mensyukuri yang ada..
Dan aku…Selalu menyambut hari-hariku dengan senyuman terindahku..
Oleh : Ifri Afriani Vivi
“Az Zahra”
Langganan:
Postingan (Atom)